Selamat, Anda Tersesat!
Selamat, Anda Tersesat! Waktu kecil, saya pernah hilang di antara kerumunan orang banyak. Kejadiannya sangat singkat. Di satu saat saya sedang berdiri berdampingan dengan ayah saya di depan etalase toko sepatu, dan di saat lainnya saya meraung di tengah arak-arakan massa yang mengiringi jalannya sepasang Ondel-Ondel. Usia saya sekitar empat, lima tahun. Pikiran saya langsung kalut. Saya yakin saya tersesat dan takkan pernah lagi menemukan jalan pulang. Tapi saya tetap berusaha. Apa hal terakhir yang saya ingat? Mobil! Logika saya saat itu, dua puluh delapan tahun lalu, berbunyi: “Bila saya menunggu di samping mobil, saya aman. Orangtua saya pasti kembali ke mobil mereka sebelum pulang.” Namun begitu saya tiba di tempat parkir, saya menemukan begitu banyak mobil berjajar dari ujung ke ujung hingga saya tak ingat lagi yang mana mobil keluarga saya. Saya hanya ingat warnanya putih. Dan warna itu ada di mana-mana. Saya melongok...